Jumat, 08 Januari 2010
E-COMMERCE
1.1. Perdagangan Melalui Jaringan Elektronik
•Manfaat perdagangan melalui jaringan elektronik
•Kendala perdagangan melalui jaringan elektronik
•Jalan menuju perdagangan melalui jalur elektronik
1.2. Strategi perdagangan melalui jaringan elektronik
1.3. Sistem antar organisasi (IOS)
•Manfaat IOS
1.4. Pertukaran data elektronik (EDI)
•Hubungan EDI yang umum
•Standar EDI
•Tingkat penerapan EDI
•Manfaat EDI
1.5. Teknologi perdagangan melalui jaringan elektronik
1. Perdagangan Melalui Jaringan Elektronik
&nb sp; Perdagangan melalui jaringan elektronik sebagai penggunaan computer untuk memudahkan semua operasi perusahaan. Banyak operasi bersifat internal yang biasanya dilakukan dalam perusahaan oleh area bisnis keuangan, sumber daya manusia, jasa informasi, manufaktur, dan pemasaran. Beberapa area memiliki tanggung jawab utama untuk elemen-elemen tertentu. Keuangan berhubungan dengan pemegang saham dan pemilik serta pelanggan perusahaan. Sumber daya manusia memiliki perhatian khusus pada masyarakat global dan serikat buruh. Jasa informasi berhubungan dengan pemasok perangkat keras dan perangkat lunak. Manufaktur berhubungan dengan pemasok perusahaan san serikat buruh. Pemasaran terutam bertanggung jawab untuk berhubungan dengan pelanggan dan pesaing perusahaan. Semua area itu berhubungan dengan pemerintah.
&nb sp; Jasa informasi memainkan peranan yang berubah dan menentukan dalam hubungannya dengan lingkungan. Walau pelanggan perusahaan saat ini belum merupakan perhatian utama bagi jasa informasi, namun dalam waktu fekat ini mereka secara cepat akan menjadi lebih penting dan akan menjadi focus umum bagi sebagian besar perusahaan. Pelayanan pelanggan melalui teknologi informasi menjadi semakin penting
a. Manfaat yang Diantisipasi dari Perdagangan Melalui Jaringan Elektronik
&nb sp; Perusahaan-perusahaan ikut serta dalam perdagangan melalui jaringan elektronik untuk mencapai perbaikan di seluruh organisasi. Perbaikan ini diharapkan menghasilkan tiga manfaat utama :
Pelayanan pelanggan yang lebih baik
Hubungan dengan pemasok dan masyarakat keuangan yang lebih baik
Pengembalian atas investasi pemegang saham dan pemilik yang meningkat
Manfaat – manfaat ini berkontribusi pada stabilitas keuangan perusahaan dan memungkinkannya untuk bersaing lebih baik dalam dunia bisnis yang semakin terikat untuk menggunakan teknologi computer.
b. Kendala Perusahaan Melalui Jaringan Elektronik
&nb sp; Tidak semua perusahaan ikut dalam keramaian perdagangan melalui jaringan elektronik. Alasan perusahaan tidak menerapkan perdagangan melalui jaringan ielektronik yaitu:
Biaya tinggi
Masalah keamanan
Perangkat lunak yang belum mapan atau tidak tersedia
Perusahaan – perusahaan yang telah memiliki system terutama menggunakannya untuk transaksi terutama menggunakannya dengan pemasok (91 persen) dan pelanggan (88 persen),serta proses-proses utama yang berhubungan dengan pesanan pembelian, transfer pembayaran dan faktur.
Keamanan merupakan masalah bagi transaksi pelanggan dengan perusahaan. Perusahaan-perusahaan umumnya menggunakan jaringan telekomunikasi aman yang terus dipantau untuk mensegah akses tidak sah Jaringan ini terbukti sangat aman bagi perusahaan-perusahaan besar. Para pelanggan umumnya tidak memiliki akses ke komunikasi aman seperti itu. Sekarang dengan adanya enkripsi dan situs web aman, berkuranglah alasan untuk mengkhawatirkan akses tidak sah pada pesan pelanggan. Lebih besar lemungkinan pelanggan membuang informasi sensitif, seperti laporan atau slip kartu kredit, daripada mengalami penyalahgunaan informasi tersebut di internet.
Perangkat lunak untuk perdagangan melalui jaringan elektronik sedang menuju era baru. Daripada membuat perangkat lunak khusus, perusahaan-perusahaan sekarang merancang interface untuk perdagangan melalui jaringan elektronik yang memanfaatkan perangkat lunak browser internet yang ada. Ide dasarnya adalah membuat suatu interface umum yang cocok untuk para pelanggan dan mitra elektronik.
c. Jalan menuju Perdagangan Melalui Jaringan Elektronik
&nb sp; Rencana bisnis strategis untuk mewujudkan komitmen untuk menggunakan perdagangan melalui jaringan elektronik untuk mencapai keunggulan strategis. Perusahaan pertama-tama mengumpulkan intelijen bisnis sehingga dapat memahami peran potensial yang akan dimainkan tiap elemen lingkungan. Saat perusahaan-perusahaan saling berinteraksi, langkah selanjutnya adalah membentuk suatu system antar organisasi (IOS) melalui pertukaran data elektronik (EDI) atau suatu ekstranet.
Ekstranet adalah suatu jenis khusus system internet yang menggunakan browser halaman Web dan server web standar, seperti system internet tradisional, tetapi sejumlah kecil entitas luar yang dipercaya diberikan akses ke data dan aplikasi sensitive milik perusahaan. IOS dicapai dengan mengikuti siklus hidup system atau melakukan rancang ulang proses bisnis (BPR). Hasilnya adlah system berorientasi jaringan yang menggunakan sambungan langsung, jaringan bernilai tambah, internet, atau kombinasinya.
2. Strategi Perdagangan Melalui Jaringan Elektronik
&nb sp; Strategi yang paling penting disebut adalah strategi yang elemen-elemennya dikaitkan dengan transmisi data elektronik. Strategi ini adalah system antar organisasi (IOS). Istilah lain adalah EDI yaitu pertukaran data elektronik. Pertukaran data elektronik adalah suatu cara untuk mencapai system antar organisasi.
&nb sp; Ekstranet memungkinkan pembagian informasi berbasis computer yang sensitive dengan perusahaan lain dengan menggunakan teknologi yang umumnya diasosiasikan dengan internet, ekstranet biasanya terlindung dibalik firewall. Firewall adalah perangkat lunak computer yang hanya mengijinkan akses oleh pemakai sah.
3. Sistem Antar Organisasi (IOS)
&nb sp; Suatu IOS (system antar organisasi) kadang-kadang disebut system informasi antar organisasi, adalah suatu kombinasi perusahaan-perusahaan yang terkait sehingga mereka berfungsi sebagai satu system tungga.Perusahaan-perusahaan yang membentuk IOS disebut mitra dagang atau mitra bisnis.
&nb sp; Dalam kasus pemesanan penerbangan, IOS adalah produk dari usaha pengembangan dan promosi oleh pemasok yaitu perusahaan penerbangan itu. Organisasi yang menjadi daya penggerak di balik suatu IOS. Organisasi-organisasi lain disebut peserta IOS. Dalam contoh ini sponsor IOS adalah pemasok, tetapi sponsor IOS dapat juga pelanggan.
a. Manfaat IOS
&nb sp; Manfaat IOS terbagi menjadi dua kategori yaitu efisiensi komparatif dan kekuatan tawar menawar;
•Efisiensi Komparatif, mitra dagang dapat menyediakan barang dan jasa mereka dengan biaya yang lebih murah daripada pesaing mereka.
Efisiensi internal terdiri dari perbaikan-perbaikan dalam operasi perusahaan itu sendiri sehingga memungkinkan perusahaan untuk mengumpulkan data lebih cepat, menganalisisnya lebih cepat, dan membuat keputusan yang lebih cepat.
Efisiensi antar organisasi mencakup perbaikan-perbaikan yang diperoleh melalui kerjasama dengan perusahaan-perusahaan lain. Perbaikan-perbaikan ini memungkinkan perusahaan-perusahaan menawarkan lebih banyak barang dan jasa, melayani lebih banyak pelanggan, memindahkan pekerjaan tertentu ke pemasok atau pelanggan serta lebih mudah mengumpulkan data lingkungan.
Kegiatan Tawar menawar, kemampuan suatu perusahaan untuk• menyelesaikan perselisihan dengan pemasok san pelanggannya yang menguntungkan dirinya disebut kekuatan tawar-menawar. Kekuatan itu berasal dari tiga metode dasar dengan menawarkan keistimewaan produk yang unik, dengan mengurangi biaya yang berhubungan dengan pencarian dan dengan meningkatkan biaya peralihan.
Keistimewaan produk yang unik
Hubungan elektronik IOS memungkinkan perusahaan menawarkan pelayanan yang lebih baik bagi pelanggan dalam bentuk pemesanan yang lebih mudah, pengiriman yang lebih cepat, dan waktu respon atas permintaan informasi yang lebih cepat. Pelayanan yang lebih baik ini menjadi keistimewaan produk perusahaan, membuatnya lebih menarik daripada produk serupa yang ditwarkan pesaing.
Penurunan biaya yang berhubungan dengan pencarian
Dengan menjadi bagian suatu IOS, perusahaan dapat mengurangi biaya berbelanja yang dialami pelanggannya dalam mencari pemasok, mengidentifikasi produk alternative dan mendapatkan harga terendah. Karena perusahaan itu sendiri adalah pelanggan dan pemasoknya, perusahaan dapat mengalami penurunan biaya berbelanja yang sama ketika memesan dari pemasoknya.
Peningkatan biaya peralihan
Suatu perusahaan ingin agar jika pelanggan beralih ke pesaing maka biayanya menjadi mahal. IOS mencapai manfaat ini dengan memberikan bagi pelanggan sumber daya informasi seperti perangkat keras, perangkat lunak dan saluran komunikasi data yang harus diganti jika produk dibeli dari perusahaan lain.
4.Pertukaran Data Elektronik
Pertukaran Data Elektronik (EDI)
Adalah transmisi data dalam bentuk yang terstruktur dan dapat dibaca mesin secara langsung dari computer-ke-komputer diantara beberapa perusahaan.
Hubungan EDI yang Umum
Membentuk kaitan antara perusahaan dan pemasoknya (supply side) dan kaitan antara perusahaan dengan pelanggan (customer side)
Set transaksi adalah suatu jenis dokumen tertentu seperti faktur.
EDI memungkinkan terjadinya Pengisian Kembali Persediaan oleh Penjual dan Transfer Dana secara Elektronik
Standar EDI
Standar yang digunakan di Amerika Utara dinamakan ANSI ASC X12. Standar Internasional dinamakan EDIFACT.
Tingkat Penerapan EDI
Tiga tingkat penggunaan yang berbeda, yaitu :
1. Pemakai tingkat satu, hanya satu atau dua set transaksi yang ditransmisikan ke sejumlah mitra dagang yang terbatas.
2. Pemakai tingkat dua, banyak set transaksi yang ditransmisikan ke sejumlah mitra dagang, melampaui lini industri.
3. Pemakai tingkat tiga, bukan Cuma banyak set transaksi yang ditransmisikan ke banyak mitra dagang, tetapi aplikasi computer perusahaan disesuaikan dengan pendekatan EDI.
Tujuan tingkat satu dan dua adalah mengubah dokumen kertas menjadi elektronik.
Pengaruh Penerapan EDI :
- Tekanan Pesaing
- Kekuasaan yang dilaksanakan
- Kebutuhan Intern
- Dukungan manajemen puncak
Manfaat EDI
Manfaat Langsung : manfaat yang berasal dari teknologi
Manfaat Tidak Langsung adalah manfaat lain yang dihasilkan dari manfaat langsung.
Hubungan manfaat langsung dan tidak langsung :
- Mengurangi Kesalahan
- Mengurangi biaya
- Meningkatkan efisiensi operasional
- Meningkatkan hubungan dengan mitra dagang
- Meningkatkan pelayanan pelanggan
Teknologi Perdagangan Melalui Jaringan Elektronik
Pilihan Teknologi :
1. Sambungan Langsung (direct connectivity), bekerja sama dengan penyedia jasa telekomunikasi
2. Jaringan Bernilai Tambah ( value-added network), jaringan ini disediakan oleh penjual yang bukan hanya menyediakan sirkuit tetapi juga menyediakan banyak jasa yang diperlukan untuk menggunakan sirkuit itu bagi EDI.
3. Internet, memungkinkan suatu jaringan komunikasi global yang tidak hanya menghubungkan para mitra dagang tetapi juga mencakup para pelanggan.
Kamis, 24 Desember 2009
KEAMANAN DAN KONTROL SISTEM INFORMASI
Informasi adalah Suatu hal yang amat penting bagi para informan atau pengguna informasi itu sendiri, maka dari itu harus diadakannya suatu pengendalian informasi agar lebih terkontrol dan memastikan akan informasi tersebut sesuai dengan tujuannya .
Tugas Pengendalian Sistem Informasi
Sebuah informasi layaknya sebuah siklus kehidupan, selama siklus tersebut berjalan membutuhkan sebuah tahapan, dalam informasi juga ada tahapan yaitu kontrol proses pengembangan, kontrol disain dan kontrol operasi. Agar informasi tersebut tepat dan mengena dengan tujuan dari informasi tersebut.
Kontrol Proses Pengembangan
Tujuan dari proses ini adalah untuk memastikan bahwa informasi ini terimplementasikan dan dapat memenuhi kebutuhan para informan.
Hal-hal yang tercakup dalam pengembangan adalah:
Manajemen puncak menetapkan kontrol proyek secara keseluruhan selama fase perencanaan dengan cara membentuk komite SIM.
Manajemen memberitahu pemakai mengenai orientasi sistem informasi.
Manajemen menentukan kriteria penampilan yang digunakan dalam mengevaluasi operasi sistem informasi.
Manajemen dan bagian pelayanan informasi menyusun disain dan standar sistem informasi.
Manajemen dan pelayanan informasi secara bersama-sama mendefinisikan program pengujian yang dapat diterima.
Manajemen melakukan peninjauan sebelum instalasi yang dilakukan tepat setelah penggantian dan secara berkala meninjau sistem informasi untuk memastikan apakah ia memenuhi kriteria penampilan.
Bagian pelayanan informasi menetapkan prosedur untuk memelihara dan memodifikasi sistem informasi dan prosedur yang disetujui oleh manajemen.
Kontrol Disain Sistem
Tujuan dari proses ini adalah untuk memastikan akan berjalannya sebuah fase dari sistem informasi yang ada, analisis sistem, DBA, dan Manajer jaringan membangun sebuah tahapan pengontroloan tertentu dalam sebuah sistem disain. Selama prases tersebut, prgramer menggabungkan kontrol tersebut ke dalam sistem informasi. Disain sistem dikontrol dengan cara mengontrol dengan sistem melalui lima cara atau proses yaitu:
1.Permulaan Transaksi ( Transection Organization)
Tata cara yang harus dilakukan adalah sebagai berikut:
Permulaan dokumen sumber
Kewenangan
Pembuatan input computer
Penanganan kesalahan
Penyimpanan dokumen sumber
2.Entri Transaksi (Transection Entry)
Entri transaksi adalah mengubah suatu dokumen agar dapat di baca oleh komputer, proses ini menjaga agar informasi terakurai dengan baik dan sesuai pada tujuan tersebut yang akan di transmisikan pada jaringan komunikasi atau komputer, area kontrol tersebut meliputi:
Entri data
Verifikasi data
Penanganan kesalahan
Penyeimbangan batch
3.Komunikasi Data (Data Communication)
Sebuat kompyter yang ada pada jaringan memberikan peluang keamanan yang lebih besar dari pada suatu homputer yang ada pada suatu ruang. Area kontrol ini meliputi :
Kontrol pengiriman pesan
Kontrol saluran (channel) komunikasi
Kontrol penerimaan pesan
Rencana pengamanan datacom secara menyeluruh
4. Pemrosesan Komputer (Computer Processing)
Pada umumnya proses tersebut adalah dengan memasukan data atau informasi ke dalam komputer. Areanya meliputi:
Penanganan data
Penanganan kesalahan
Database dan perpustakaan software
Sebagian besar kontrol database dapat diperoleh melalui penggunaan Sistem Manajemen Database (Database Management System/DBMS)
Tingkat keamanan dalam DBMS terdiri dari :
. Kata kunci (Password)
. Direktori pemakai (User Directory)
. Direktori elemen data (Field Directory)
. Enkripsi (Encryption)
5. Output Komputer (Computer Output)
Tugas dari output ini adalah bertenggung jawab atas informasi yang dikirim kepada informan atau pengguna informasi. Yangtermasuk dalam informasi ini adalah:
. Penyeimbangan operasi komputer
. Distribusi
. Penyeimbangan departemen pemakai
. Penanganan kesalahan
. Penyimpanan record
Kontrol Terhadap Pengoperasian Sistem
Kontrol pengoperasian system didasarkan pada struktur organisasional dari departemen operasi, aktivitas dari unit yang ada dalam departemen tersebut.
Kontrol yang memberikan kontribusi terhadap tujuan ini dapat diklasifikasikan menjadi lima area:
1.Struktur organisasional
2.Kontrol perpustakaan
3.Pemeliharaan peralatan
4.Kontrol lingkungan dan kemanan fasilitas
5.Perencanaan disaster, meliputi area :
Rencana keadaan darurat (emergency plan)
Rencana back-up (backup plan)
Rencana record penting (vital record plan)
Rencana recovery (recovery plan)
Senin, 09 November 2009
IMPLEMENTASI TEKNOLOGI INFORMASI UNTUK KEUNGGULAN KOMPETITIF DALAM OPERASIONAL PERUSAHAAN PADA ERA GLOBALISASI
IMPLEMENTASI TEKNOLOGI INFORMASI UNTUK KEUNGGULAN KOMPETITIF DALAM OPERASIONAL PERUSAHAAN PADA ERA GLOBALISASI
Tidak dapat di sangkal bahwa perkembangan komunikasi di era globalisasi amatlah peasat contohnya seperrti:Implementasi internet, electronic commerce, electronic data interchange, virtual office, telemedicine, intranet, dan lain-lain,itu sudah mulai menjamah setiap negara bagian tanpa terkecuali, yang mengakibatkan sebuah revolusi besar dalam bidan informasi, seperti dahulu proses pengolahan data bisa memakan waktu berhari-hari sebelum di kirimkan, tetapi saat ini dalam hitungan detik saja sebuah informasi dapat terkirim langsung keseluruh informan yang membutuhkan informasi tersebut dengan teknologi informasi (internet).
Tidak berlebihan jika salah satu pakar IBM menganalogikannya dengan perkembangan otomotif sebagai berikut: “seandainya dunia otomotif mengalami kemajuan sepesat teknologi informasi, saat ini telah dapat diproduksi sebuah mobil berbahan bakar solar, yang dapat dipacu hingga kecepatan maximum 10,000 km/jam, dengan harga beli hanya sekitar 1 dolar Amerika !”. Secara mikro, ada hal cukup menarik untuk dipelajari, yaitu bagaimana evolusi perkembangan teknologi informasi yang ada secara signifikan mempengaruhi persaingan antara perusahaan-perusahaan di dunia, khususnya yang bergerak di bidang jasa. Secara garis besar, ada empat periode atau era perkembangan sistem informasi, yang dimulai dari pertama kali diketemukannya komputer hingga saat ini. Keempat era tersebut (Cash et.al., 1992), terjadi tidak hanya karena dipicu oleh perkembangan teknologi komputer yang sedemikian pesat, namun didukung pula oleh teori-teori baru mengenai manajemen perusahaan modern. Ahli-ahli manajemen dan organisasi seperti Peter Drucker, Michael Hammer, Porter, sangat mewarnai pandangan manajemen terhadap teknologi informasi di era modern. Oleh karena itu dapat dimengerti, bahwa masih banyak perusahaan terutama di negara berkembang (dunia ketiga), yang masih sulit mengadaptasikan teori-teori baru mengenai manajemen, organisasi, maupun teknologi informasi karena masih melekatnya faktor-faktor budaya lokal atau setempat yang mempengaruhi behavior sumber daya manusianya. Sehingga tidaklah heran jika masih sering ditemui perusahaan dengan peralatan komputer yang tercanggih, namun masih dipergunakan sebagai alat-alat administratif yang notabene merupakan era penggunaan komputer pertama di dunia pada awal tahun 1960-an.
Dan informasi tersebut tidak dapat di hetikan akan terus berkembang sampai tidak ada satu orang pun yang membutuhkan informasi, dan informasi tersebut seakan tidak memprihal kan suatu batasan antar informan, baik di daerah, kota, bahkan sampai antar negara sekalipun dan dalim nformasi tidak mengenal suatu batsan toritorial. Penerapan teknologi seperti LAN, WAN, GlobalNet, Intranet, Internet, Ekstranet, semakin hari semakin merata dan membudaya di masyarakat. Terbukti sangat sulit untuk menentukan perangkat hukum yang sesuai dan terbukti efektif untuk menangkal segala hal yang berhubungan dengan penciptaan dan aliran informasi.sehingga membuat suatu perusahaan tidak terkait oleh batasan dalam mencari kostemer, dengan teknologi informasi (internet) perusahaan dapat dengan cepat memasarkan produksi mereka tanpa harus melalui hal-hal yang panjang. Dan melalui itu pula mereka bisa langsung melakukan trasaksi tanpa harus mempertimbangkan tempat dan waktu. Transaksi-transaksi perdagangan dapat dengan mudah dilakukan di cyberspace melalui electronic transaction dengan mempergunakan electronic money.
Maka dari itu banyak perusahan-perusahaan yang harus mendisain ulang tata kerja mereka apa lagi yang bergulat dalam bidang jasa, karena banyak kemudahan-kemudahan yang diberikan oleh teknologi informasi, dalam hal ini pemanfaatan teknologi tersebut amatlah terasa, maka takbanyank perusahan yang harus banting setir menyusun kembali sistem kerja mereka, dilema mengenai pemanfaatan teknologi informasi amat terasa. Di suatu sisi banyak perusahaan yang belum siap karena struktur budaya atau SDM-nya, sementara di pihak lain investasi besar harus dikeluarkan untuk membeli perangkat teknologi informasi. Tidak memiliki teknologi informasi, berarti tidak dapat bersaing dengan perusahaan multi nasional lainnya, alias harus gulung tikar.
Hal paling mendasar yang memebingunkan kepala manajemen adalah kenyataan bahwa lingkungan bisnis yang ada pada saat ini sedemikian seringnya berubah dan dinamis. Perubahan tersebut bukan karena dampak kompetisi antar perusahaan (interen) saja melain kan banyak hal seperti:politik (demokrasi), ekonomi (krisis), sosial budaya (reformasi), yang secara tidak langsung menghasilkan kebijakan-kebijakan dan peraturan-peraturan baru yang harus ditaati perusahaan (eksteren).secara opeasional fenomena ini suatu perhitungan yang matang bagi praktisi-praktisi atau pakar-pakar teknologi informasi dalam menyusun sistemnya.Tidak jarang di tengah-tengah konstruksi sistem informasi, terjadi perubahan kebutuhan sehingga harus diadakan analisa ulang terhadap sistem yang akan dibangun. Dengan mencermati keadaan ini, jelas terlihat kebutuhan baru akan teknologi informasi yang cocok untuk perusahaan, yaitu teknologi yang mampu adaptif terhadap perubahan. Para praktisi negara maju menjawab tantangan ini dengan menghasilkan produk-produk aplikasi yang berbasis objek, seperti OOP (Object Oriented Programming), OODBMS (Object Oriented Database Management System), Object Technology, Distributed Object, dan lain sebagainya.
Keungulan tersebut amatlah signifikan seperti:
1.Pada level operasional, yang terjadi dalah restrukturisasi dan redistribusi dari bit-bit digital (digital management), sehingga mudah sekali bagi perusahaan untuk meniru model bisnis dari perusahaan lain yang telah sukses;
2.Berbeda dengan bisnis konvensional dimana biasanya sebuah kantor beroperasi 8 jam sehari, dengan teknologi informasi perusahaan harus mampu melayani pelanggan selama 7 hari seminggu dan 24 jam sehari, karena jika tidak maka dengan mudah kompetitor akan mudah menyaingi perusahaan terkait.
3.Berjuta-juta individu (pelanggan) dapat berinteraksi dengan berjuta-juta perusahaan yang terkoneksi di internet, sehingga sangat mudah bagi mereka untuk pindah-pindah perusahaan dengan biaya yang sangat murah (rendahnya switching cost).
4.Fenomena jejaring (internetworking) memaksa perusahaan untuk bekerja sama dengan berbagai mitra bisnis untuk dapat menawarkan produk atau jasa secara kompetitif, sehingga kontrol kualitas, harga, dan kecepatan penciptaan sebuah produk atau jasa kerap sangat ditentukan oleh faktor-faktor luar yang tidak berada di dalam kontrol perusahaan, dan
5.Mekanisme perdagangan terbuka dan pasar bebas (serta teori perfect competition) secara tidak langsung telah terjadi di dunia internet, sehingga seluruh dampak atau dalil-dalil sehubungan dengan kondisi market semacam itu berlaku terjadi di dunia maya.
Melihat kenyataan di atas, perusahaan harus memiliki kriteria-kriteria (critical success factors) dan ukuran-ukuran (performance indicators) yang dapat dijadikan sebagai barometer sukses tidaknya perusahaan dalam memiliki dan mempertahankan keunggulun kompetitif tertentu. Beberapa teori keunggulan kompetitif di dunia maya menganjurkan agar paling tidak 7 (tujuh) aspek harus menjadi perhatian dari sebuah perusahaan, yaitu masing-masing:
* Customer Service
* Price
* Quality
* Fulfillment Time
* Agility
* Time to Market
* Market Reach
Strategic Uses of Information Technology.
Sebelum teknologi ini di terapkan banyak pertimbangan lain yang harus di pertimbangkan dengan seksama agar perkembangan informasi tidak salah target dan dapat meyakinkan semua pihak terutama para pustakawan bahwa Teknologi Informasi ini akan membawa PNRI lebih baik dan menguntungkan semua stakeholder-nya. Umtuk mendapat keyakinan tersebut harus disusun dengan seksama suatu stategi untuk pengimplementasian Teknologi Informasi yang diharapkan bisa menjamin manfaat TI yang diperoleh akan sebanding dengan investasi yang ditanam, dan mengatasi permasalahan pertumbuhan teknologi yang sangat cepat.Di atas itu semua strategi Teknologi Informasi ini tentunya harus sejalan dengan strategi organisasi PNRI. Beberapa alsan kenapa strategi perencanaan harus dibuat pertama adalah karena sumber daya yang dimiliki organisasi sangat terbatas, sehingga harus digunakan seoptimal mungkin. Kedua, untuk meningkatkan daya saing atau kinerja organisasi, karena para kompetitor memiliki sumber daya teknologi yang sama dan pembedanya nanti adalah siapa yang memiliki eksekusi terbaik. Alasan ketiga adalah untuk memastikan bahwa aset TI dapat dimanfaatkan secara langsung maupun tidak langsung meningkatkan profitabilitas organisasi, baik berupa peningkatan pendapatan (revenue) maupun pengurangan biaya-biaya (costs). Keempat adalah untuk mencegah terjadinya kelebihan investasi (over investment) atau kekurangan investasi (under investment) di bidang TI. Dan alasan terakhir adalah untuk menjamin bahwa TI yang direncanakan dan dikembangkan benar-benar menjawab kebutuhan bisnis organisasi. Karena tidak semua produk TI tergolong baik ada juga produk yang harus di tinjau ulang karena gagal, salah dan lain-lain, sebab itu pada tahap persiapan dan perencanaan, akan dianalisa dan diusulkan beberapa skenario atau pilihan (options), dimana setiap skenario memiliki variabelnya masing-masing seperti biaya (costs), manfaat (benefits), resiko (risks), dampak (impacts), tingkat kesulitan (complexity), hambatan (constraints), dan hal-hal terkait lainnya. Para pengambil keputusan dan pakar TI juga harus mempelajari arah perkembangan TI seara Global (makro) agar tatget suatu informasi itu dapat tertuju pada tujuannya, maka harus dilakukan pemilahan terhadap teknologi mana saja yang masih dalam tahap percobaan atau perkenalan (infancy/emerging), perkembangan (growth), stabil (mature), dan mulai ditinggalkan (facing out). Tentunya dalam perencanaan tersebut amatlah penting agar tidak menggunakan teknologi yang sudah basi (Facing out), namun harus diingat keberhasilan padakita belum tentu berhasil pada tempat lain atau sebaliknya karena ada beberapa hal yang harus huga di pertimbangkan seperti software dan hardware. Jika diibaratkan hardware dan software adalah senjatanya, maka penentu utamanya tetap adalah man behind the gun yaitu dalam hal ini brainware. Manusia (brainware) yang akan mengimplementasikan sistem informasi yang dibangun, mengembangkan TI sejalan dengan perkembangan organisasi di masa mendatang, serta penentu srategi kebijakan TI itu sendiri. Kemudian sektor SDM pun harus didukung, dan digabungkan dengan Teknologi informasi.
Membangun Customer Focused Bisnis.
Cutomerr Focused Bisnis amatlah pentin untuk memfokuskan custemer pada satu titik. Dalam hal pertama pemasaran dan penjualan banyak perusaaan yang harus gulung tikar karena pemasaran dan penjualanya tidak berbobot atau ada juga yang merasa mampu membuat solusinya namun setahun kemudian gulung tikar juga maka dari itu harus dilakukan lah sebuah riset secara menyeluruh atau umum agar mengurangi resiko falid yang besar. Hal kedua dalam bidang produksi kita harus tau apa yang di inginkan pasar atau customer, dan membuat produk secara teliti agar memenuhi target pemasaran produk. Hal ketiga adalah Administrasi dan Keuangan. Divisi ini bertanggung jawab terhadap masalah legal, administrasi, pembuatan invoice, penagihan, pembayaran dan tetek bengek keuangan termasuk mengatur cash flow dan membayar gaji karyawan.dengan memfokuskan tiga prinsip tersebut perusahaan dapat meminimalisirkan kerugian atau dampak negatif lain yang akan terjadi.
Value Chain & Strategic Informastion System.
Dalam point ini tak jauh bedanya dengan penggunaan strategi teknologi informasi dan di point ini lebih di tekan kan pada, pemasaran sebuah produk agar pemasaran dapat mengenai targer pemasaran yang di tuju.
Re-engineering Bussiness Process.
Dalam point ini menekankan agar menefisiensikan suatu proses baik dalam sistem informasi sampai pembuatan produk agar tidak terj\kesan asal-asalan sehingga target perusahaan mengena tepat pada tujuan perusahaan, dam memberikan mutu yang lebih baik bagus serta efisien bagi customer.
Menciptakan Virtual Company.
Yaitu membuat suatu produk atau software sendiri untuk mendukung efisiensi da kinerja suatu perusaan yang siap dan cepat tanggap
Membangun Knowledge Creating Company.
Dalam membangun knowledge creating commpany kita haru mengetahui beberapa aspek penting sepeti:
1.Important knowledge in Company:
-cara menghadapi pesaingan global
-cara mebuat kepuasan tersendiri untuk pelanggan
-cara menanamkan image baik pada mainset pelanggan
-cepat tanggap dalam mengatai dinamika yang terjadi dan mampu membuat solosi
-melaksanakan program restrukturisasi yang terdiri dari downsizing dan downscoping.
2.Cross cultural interfaces & Knowledge domain :
Senin, 26 Oktober 2009
PERANAN SI dan TI dalam OPRASIONAL ORGANISASI
PERANAN SI dan TI dalam OPRASIONAL ORGANISASI
Dalam peraanan ini mencakup dalam beberapa ospek
@ Perkembangan Bisnis (Organisai)
@ Persaingan Bertambah Ketat
@ tuntutan untuk memenagkan persaingan
· Cost Leadership
· Product Differentiaton
· Product Focus
Dulu sekali peranan tesebut amatlah penting hingga saat ini dan
peranan Ti atau SI di kenal dalam ruang lingkup internal sebagai DOMAIN (Infrasturktur, Internal Orientation), dan TI atau SI juga mendukung suatu fungsional dalam aktivitas bisnis TI atau SI juga tidak hanya sebagai teknologi untuk fungsi MIS dan, tidak ada hubungannya dalam membentuk suatu strategi bisnis dalam pandangan ini menetapkan TI atau SI sebagai “cost of doing business”, => sama seperti peralatan (tools) kantor lainnya.
SI dan TI juga sebagai Enabler yaitu suatu Organisasi/perusahaan dituntut untuk mengaplikasikan teknologi bukan hanya untuk menjaga eksistensi bisnisnya melainkan juga untuk menciptakan peluang dalam persaingan. Dan Pemahaman mengenai peran pengembangan teknologi dan sistem informasi diperlukan untuk mengelola teknologi dan sistem informasi dalam organisasi itu sendiri.
SI dan Ti juga mendukung suatu organisai atau perusahaan pada level:
@ Strategik
Relevan dengan target pencapaian jangka panjang dan bisnis secara keseluruhan
@ Taktis
Diperlukan untuk mencapai rencana dan tujuan strategis dalam rangka melakukan perubahan menuju sukses
@ Operasional
Proses dan aksi yang harus dilakukan sehari-hari untuk menjaga kinerja
Peranan TI atau SI dalam merancang suatu strategi amatlah di perlukan untuk mencapai suatu target seperti:
- Pengetahuan akan sebuah teknologi baru
- Melibatkan dalam perancanaan taktis dan strategis
- Menjadi bahasan dalamdiskusi suatu perusahaan atau organisasi
- Dapat mengetahui akan kekurangan dan kelebihan akan suatu teknologi
Kesesuaian Ti dan SI dalam suatu organisasi adalah:
- Melakukan sinergi antara external dan internal domain
- Pilihan strategis external harus selaras dengan pengaturan internal => umum dalam bisnis
@ Domain TI dan SI:
Strategi untuk TI dan SI harus terlihat pada external domain:
menentukan posisi/formula perusahaan dalam pasaran
produk TI atau SI
@ TI => enabler: menentukan atau membentuk strategi bisnis (tidak hanya berfungsi sebagai response/support terhadap kebutuhan strategi bisnis).
Integrasi fungsional TI dan SI tercakup dalam:
1. Strategi bisnis dan strategi TI dan SI, pada tingkat eksekusi dan fungsional.
2. Operasional bisnis dan infrastruktur TI dan SI
3. Hubungan antara administrasi proses bisnis dan proses TI dan SI supaya eksekusi strategi dapat dilaksanakan.
4. Fungsional sering disebut kemampuan TIdan SI untuk memberikan solusi bagi proses bisnis (lebih efisien, efektif, reduced cost).
Peranan TI atau SI dalam merancang suatu strategi amatlah di perlukan untuk mencapai suatu target seperti:
5. Pengetahuan akan sebuah teknologi baru
6. Melibatkan dalam perancanaan taktis dan strategis
7. Menjadi bahasan dalamdiskusi suatu perusahaan atau organisasi
8. Dapat mengetahui akan kekurangan dan kelebihan akan suatu teknologi
Kesesuaian Ti dan SI dalam suatu organisasi adalah:
3. Melakukan sinergi antara external dan internal domain
4. Pilihan strategis external harus selaras dengan pengaturan internal => umum dalam bisnis
@ Domain TI dan SI:
Strategi untuk TI dan SI harus terlihat pada external domain:
menentukan posisi/formula perusahaan dalam pasaran
produk TI atau SI
@ TI => enabler: menentukan atau membentuk strategi bisnis (tidak hanya berfungsi sebagai response/support terhadap kebutuhan strategi bisnis).
Integrasi fungsional TI dan SI tercakup dalam:
5. Strategi bisnis dan strategi TI dan SI, pada tingkat eksekusi dan fungsional.
6. Operasional bisnis dan infrastruktur TI dan SI
7. Hubungan antara administrasi proses bisnis dan proses TI dan SI supaya eksekusi strategi dapat dilaksanakan.
8. Fungsional sering disebut kemampuan TIdan SI untuk memberikan solusi bagi proses bisnis (lebih efisien, efektif, reduced cost).
Senin, 14 September 2009
Tawadu
Bukan dari tulang ubun ia dicipta
karna berbahaya membiarkannya dalam sanjung dan puja
tak juga dari tulang kaki
karna nista membuatnya diinjak dan diperbudak
tapi dari tulang rusuk bagian kiri
dekat ke hati untuk disayangi
dekat ke tangan untuk dilindungi
(dikutip dr: Agar Bidadari Cemburu Padamu)
"Janganlah kamu bersikap lemah, dan janganlah (pula) kamu bersedih hati, padahal kamulah
orang-orang yang paling tinggi (derajatnya), jika kamu orang-orang yang beriman."
(QS. Ali Imran:139)
Katakanlah kepada orang laki-laki yang beriman: "Hendaklah mereka menahan pandanganya,
dan memelihara kemaluannya; yang demikian itu adalah lebih suci bagi mereka,
sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang mereka perbuat." (QS. An Nur:30)
Katakanlah kepada wanita yang beriman: "Hendaklah mereka menahan pandangannya,
dan kemaluannya, dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya, kecuali yang
(biasa) nampak dari padanya. Dan hendaklah mereka menutupkan kain kudung
kedadanya...." (QS. An Nur:30)
Sorry I just Nitip Print thok....Ndak pa2 khan^_^! www.muslimah.or.id
Hai anak Adam, sesungguhnya Kami telah menurunkan kepadamu
pakaian untuk menutup auratmu dan pakaian indah untuk perhiasan.
Dan pakaian takwa itulah yang paling baik. Yang demikian itu adalah
sebahagian dari tanda-tanda kekuasaan Allah, mudah-mudahan mereka selalu ingat.(Al-A'raf:26)