Kamis, 30 Desember 2010

Keunggulan Blackberry Vs Ponsel Biasa

Blackberry device ini alat yang dapat membantu Anda agar bisa selalu terhubung dengan global news and network. Anda pasti sudah tahu, kalau Blackberry ini mempunyai beberapa kelebihan dibandingkan ponsel biasa. Ada kekuranganya juga sih, terutama buat saya....(biasanya harga blackberry lebih mahal). Saya tidak akan membahas soal harganya, disini saya cuma mau menerangin keunggulan blackberry dibanding ponsel biasa.

Kelebihan Blackberry Vs Ponsel Biasa antara lain :

1. Bisa mengirim email dan menerima email sebanyak-banyaknya dengan satu harga.


2. mengirim email semudah mengirim dan menerima sms, dan tidak perlu ada tambahan biaya.


3. Email sifatnya lebih formal utk bagi orang yang berbisnis, sehingga surat - menyurat lebih mudah dan terpercaya.


4.Bisa melakukan browsing ringan internet, selama website tdk terlalu berat bisa.


5. Bisa menerima RSS dengan bantuan software Vigo.


6. Dapat melakukan chating dengan berbagai macam media baik YM,Gtalk,Blackberry Messengger.


7.Chatting dengan rekan or teman yang ada diluar negeri or dimana pun dengan gratis dan realtime.Dan hasil pembicaran bisa lsg dikirim melalui email jika memang berhubungan dengan bisnis or yang lain2.


8. Untuk pelanggan individu paket nya disebut BIS , harga cukup terjangkau berkisar dari 150-200 rb/bln


9. Operator yang telah mendukung Indosat,(Matrix,Mentari),XL (pascabayar),T-Sel (Halo,simpati)


10. Bisa digunakan sebagai GPS .


11. Telah didukung teknologi wifi = sehingga jika kita berpergian keluar negeri bisa menerima email dan mengirim email gratis melalui hot-spot ( roaming Muahal bok)


12. Kita bisa mengikuti milis yang kita sukai.sesuai hobby, jadi kita bisa bertemu dengan orang yang mempunyai hobby sama dengan kita.


13. Fungsi Telp ,dan organizer sama baiknya dengan smartphone sekelas nokia or WM6


14. Dan bila kita sering menerima email dan selama ini kita harus membuka laptop,connect network dulu hanya utk mengetahui jawaban dari rekan bisnis or yg lain, hal ini bisa dipermudah karena, begitu server terima langsung di push di unit tersebut dengan delay krg lebih 20 menit tergantung jaringan.


15. Kemudian jika kita mengirim sms hanya terbatas 160 Karakter kalau email mau 1000 karakter or 5000 karakter bebas dan tidak bayar lagi.


16. Mempunyai blackberry seperti mempunyai dunia sendiri, plus nya adalah kita tidak menganggu orang disekitar kita , negatifnya ya lebih cuek dengan lingkungan kita hehehe.


17.Dan hanya dengan menggunakan blackberry device anda baru bisa meresakan semua manfaat tersebut, karena bila menggunakan hp merk lain dan menggunakan blackberry connect tidak semua fungsi bisa berjalan.

Menghapus Aplikasi Bawaan pada Ponsel Android

PONSEL pintar berbasis sistem pengoperasian (operating system/OS) Android biasanya kaya aplikasi bawaan (pre-installed). Masalahnya, jika Anda tak memerlukan salah satu atau lebih aplikasi bawaan ini, Anda tak bisa dengan cepat menghapusnya, atau menggantinya dengan aplikasi lain yang Anda butuhkan.

Pabrikan ponsel biasanya melakukan penyesuaian atas Android OS untuk di­tanam pada ponselnya, agar gadget dari pabrikan itu memiliki keunikan dibanding ponsel berbasis Android keluaran pabrikan lain. Di samping itu, penyesuaian di­lakukan untuk memasukkan aplikasi-ap­likasi dari pihak ketiga ke dalam ponsel.

Satu hal yang tak dipahami kebanyakan pengguna ponsel Android adalah aplikasi-aplikasi itu ditanam langsung ke tubuh Android OS, bukan pada kartu memori di ponselnya. Artinya, jika Anda mau menghapus aplikasi bawaannya, Anda akan menghadapi pesan bahwa permintaan Anda ditolak atau Anda tak diizinkan melakukannya. Anda perlu lebih dulu mendapatkan izin untuk melakukan perubahan pada area di mana aplikasi-aplikasi itu tertanam.

Untuk mengakses area pada Android OS di mana aplikasi-aplikasi bawaannya tersimpan, Anda perlu melakukan penelusuran (rooting). Pada dasarnya, proses rooting pada ponsel Android memberi Anda akses Super-User (SU) ke Android OS, yang memungkinkan melakukan perubahan di mana Anda tak memerlukan izin untuk itu. Perubahan itu termasuk un­tuk menginstal aplikasi pihak ketiga yang memerlukan akses penelusuran. Proses rooting ini cukup merepotkan.

Namun, salah satu opsi yang Anda miliki sebagai pengguna ponsel pintar Android adalah menghentikan dan me­nyembunyikan aplikasi-aplikasi bawaan Android yang tak Anda butuhkan dan tak bisa Anda hapus, tanpa melakukan root­ing.

Untuk itu hal pertama yang perlu dilaku­kan adalah menghapus semua widget dan pintasan ke aplikasi yang Anda mau sembunyikan dari main screen di ponsel Anda. Caranya, Anda cukup mengetuk dan menahan sambil menggeser widget/ pintasan itu ke ikon tempat sampah. Se­lanjutnya, unduh dan instal aplikasi yang dinamai Advanced Task Killer. Aplikasi Android ini memungkinkan Anda menia­dakan proses-proses (program running) pada aplikasi-aplikasi yang tak Anda gu­nakan. Anda juga bisa melakukan set-up aplikasi untuk melenyapkan secara oto­matis aplikasi Android yang tak Anda per­lukan ketika ponsel Android Anda melaku­kan booting.

Jika Anda sudah selesai dengan proses di atas, maka Anda tak akan melihat lagi aplikasi-aplikasi yang tak Anda gunakan pada drawer aplikasi Android OS Anda.

Nah, selanjutnya, Anda bisa melaku­kan uninstal aplikasi bawaan (yang tak diproteksi) dari OS Android, tanpa harus melakukan rooting yang cenderung mere­potkan. Namun, untuk itu Anda perlu lebih dulu mengunduh dan menginstal aplikasi gratisan dari Android Market. Silakan ma­suk ke Android Market, unduh dan instal program yang dinamai ’uninstaller’.

Jika program itu sudah terinstal di pon­sel Anda, maka program tersebut akan menampilkan aplikasi-aplikasi yang telah terinstal pada ponsel Anda dan opsi un­tuk menghapus aplikasi bawaan Android yang tak terproteksi dari ponsel Anda.

Ingat, satu-satunya alasan yang Anda butuhkan untuk menghapus aplikasi-aplikasi bawaan itu adalah mengurangi muatan pada kartu memori di ponsel Anda. ayo

Keunggulan dan Kelemahan Windows 7

Windows 7 versi beta (uji coba) telah terilis dan dikabarkan akhir tahun ini atau awal tahun 2010 versi finalnya akan muncul. Sebenarnya, Windows 7 merupakan anak turunannya dari Windows Vista. Dimana tidak terlalu mencolok perubahannya. Sedangkan kalo perubahan dari Windows 2000 ke XP, maupun XP ke Windows Vista, terjadi perubahan total.

Dan yang menjadi pertanyaan disini, apa sih keunggulan dan kelemahan windows 7 yang merupakan produk sistem operasi dari microsoft itu dari versi-versi windows sebelumnya??

Kelebihan :
1. proses boot/shut down lebih cepat
2. konsumsi daya CPU, hard disk (HD) dan memori yang dibutuhkan system service lebih sedikit
3. Mengoptimisasi prefetching baik untuk HD maupun SSD
4. Tampilan Lebih bagus dari segi 3 demensinya yang menonjol
5. Fitur sekurity yang benar-benar ketat.

Kelemahan / Kekurangan :
1. Beberapa aplikasi belum bisa beroperasi di Windows 7
2. Bug pada Windows Player 12
3. Ada hardware yang bisa langsung dikenali di Vista, tapi tidak di Windows 7
4. Susah memaksa software yang sebelumnya bisa dipaksakan diinstall di Vista, juga dipasang di Windows 7

Namun karena yang muncul sekarang masih merupakan versi uji coba, sehingga masih terdapat banyak kekurangan. ”Tampilannya mendekati Windows Vista dan terlihat lebih hidup. Tetapi untuk secara keseluruhan memang belum bisa dinilai, karena versi finalnya belum keluar.

Definisi Sistem Informasi Akuntansi

Berikut pengertian-pengertian mengenai sistem informasi akuntansi (SIA) :1. Wilkinson (1991)
Sistem informasi akuntansi (SIA) merupakan suatu kerangka pengkordinasian sumber daya (data, meterials, equipment, suppliers, personal, and funds) untuk mengkonversi input berupa data ekonomik menjadi keluaran berupa informasi keuangan yang digunakan untuk melaksanakan kegiatan suatu entitas dan menyediakan informasi akuntansi bagi pihak-pihak yang berkepentingan.
2. Gelinas, Orams, dan Wiggins (1997)
Mendefinisikan sistem informasi akuntansi (SIA) sebagai subsistem khusus dari sistem informasi manajemen yang tujuannya adalah menghimpun, memproses dan melaporkan informsi yang berkaitan dengan transaksi keuangan.

(di ambil dari http://blog.re.or.id/definisi-sistem-informasi-akuntansi.htm)


Alasan Mempelajari SIA:

1.
Karena Informasi sangat dibutuhkan dalam pengambilan keputusan
2.
SIA digunakan untuk melakukan kontrol terhadap Aset yang dimiliki organisasi tersebut.
3.
Menyiapkan data data keuangan dan non keuangan untuk menjadi informasi yang akurat guna pengambilan keputusan

Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam mempelajari SIA :

1.
Bagaimana mengumpulkan data dan mengkaitkannya dengan aktivitas organisasi/perusahaan.
2.
Bagaiomana caranya menyalurkan data, informasi sehingga berguna bagi pengambilan keputusan
3.
Bagaiaman caranya menjamin realbilitas, keakuratan dan ketcepatan data dan informasi yang disajikan.

Sejarah Sistem Informasi Akuntansi

SEJARAH AKUNTANSI MANAJEMEN
Kebanyakan prosedur perhitungan harga pokok produk (product costing) dan akuntansi manajemen yang digunakan pada abad 20 dikembangan antara tahun 1880 dan 1924. Perkembangan sebelumnya (sampai tahun 1914) menekankan pada perhitungan pada perhitungan harga pokok produk pada tingkat manajerial yaitu penelusuran tingkat laba perusahaan ke tiap produk dan menggunakan informasi ini untuk pengambilan keputusan strategis.
Mulai tahun 1925, setelah dikembangkannya pasar modal di USA, hampir semua usaha akuntansi manajemen untuk menghasilkan informasi bagi pemakai intern kemudian
dihentikan dan diganti dengan penentuan harga pokok persediaan (inventory costing), yang merupakan pembebanan biaya produksi kepada produk sedemikian rupa sehingga harga pokok persediaan dapat dilaporkan kepada pemakai eksternal dalam laporan keuangan. Laporan keuangan telah menjadi kekuatan yang membentuk desain sistem
akuntansi biaya. Manajer dan perusahaan bersedia menerima informasi biaya rata-rata
secara agregat atas tiap produk, karena mereka merasa tidak membutuhkan informasi biaya masing- masing produk yang lebih terinci dan akurat mengenai tiap produk.
Dalam tahun 1950-an dan 1960-an telah dilakukan beberapa usaha untuk memperbaiki manfaat sistem akuntansi biaya konvensional untuk kepentingan manajemen. Diperkenalkannya variable costing untuk penyempurnaan penentuan harga pokok produk pada dasarnya ditujukan untuk memperbaiki penentuan harga pokok persediaan yang disajikan dalam neraca dan dalam perhitungan rugi laba. Perbaikan akuntansi biaya pada saat itu pada hakikatnya hanya terpusat pada bagaimana membuat informasi akuntansi keuangan lebih bermanfaat bagi pemakai luar, tidak ditujukan untuk menghasilkan informasi akuntansi yang khusus diperuntukkan bagi kepentingan manajemen.
Pada tahun 1980-an dan 1990-an banyak ditemukan bahwa praktek-praktek akuntansi manajemen tradisional sudah tidak mampu lagi melayani kebutuhan manajerial. Kalkulasi biaya produk yang lebih akurat lebih berguna, dan yang menjelaskan secara
rinci penggunaan masukan, dibutuhkan untuk memungkinkan manajer meningkatkan
kualitas, produktifitas, dan mengurangi biaya. Sebagai tanggapan terhadap kelemahan
akuntansi biaya manajemen tradisional, berbagai usaha dilakukan untuk mengembangkan sistem akuntansi manajemen baru yang dapat memenuhi kebutuhan lingkungan ekonomi dewasa ini.
TREND YANG MEMPENGARUHI AKUNTANSI MANAJEMEN
Trend yang menyebabkan perubahan akuntansi manajemen adalah:
1. Kemajuan teknologi informasi.
2. Implementasi just-in time (JIT) manufacturing.
3. Meningkatnya tuntutan mutu
4. Meningkatnya diversifikasi dan kompleksitas produk, serta semakin pendeknya
daur hidup produk.
5. Diperkenalkannya computer-integrated manufacturing.
Kemajuan Teknologi Informasi
Perkembangan teknologi informasi menyebabkan dunia menjadi seperti kampung
saja (ditinjau dari sudut bisnis), batas-batas antar negara menjadi semakin tidak jelas
dengan semakin meluasnya perdagangan bebas di seluruh dunia dan persaingan bersifat
global dan tajam. Sifat persaingan ini menyebabkan laba yang diperoleh perusahaan-perusahaan yang memasuki tingkat persaingan dunia menjadi menciut. Penciutan laba
memaksa manajemen mencari berbagai strategi baru yang menjadikan perusahaan mampu bertahan dan berkembang. Hanya perusahaan-perusahaan yang manajemennya berhasil menjadikan perusahaannya memiliki keunggulan pada tingkat dunialah yang mampu bertahan dan berkembang pada situasi persaingan global dan tajam.

Pengembangan Sistem Informasi Akuntansi Berbasis Siklus

Mungkin banyak dari anda para pembaca atau mahasiswa akuntansi yang masih belum memahami arti penting matakuliah Sistem Informasi Akuntansi (SIA). Pernah saya bahas dalam tulisan saya sebelumnya (tautan), mengenai bagaimana SIA harus diajarkan dalam perkuliahan. Dalam tulisan kali ini, saya akan membahas isi kuliah SIA dan apa yang seharusnya dipelajari mahasiswa akuntansi dalam matakuliah ini, sehingga pada akhir kuliah, mahasiswa dapat mencapai sebuah kompetensi tertentu (dapat anda buka SAP SIA dan capaian kompetensi di tautan ini).
Coba anda bayangkan sebuah perusahaan dagang (retail) seperti Carrefour. Perusahaan ini melakukan transaksi penjualan yang jumlahnya ribuan per hari dalam satu cabang, belum lagi transaksi-transaksi lain seperti penggajian. Sekarang, bayangkan bagaimana anda dapat membuat laporan keuangan untuk perusahaan ini, satu bulan saja, cukup rugi-laba, neraca, dan perubahan ekuitas, menggunakan kemampuan akuntansi keuangan yang anda pelajari di perkuliahan. Berapa bulan anda rencanakan untuk menjurnal transaksi-transaksi satu bulan di sebuah Carefour, berapa tahun untuk Carefour Jakarta? Berapa banyak sheet excel atau kertas yang harus anda habiskan?
Kemudian, bayangkan ketika anda harus mengelola data penjualan susu Indomilk misalnya. Bagaimana anda berencana untuk menyimpan dan mengelola data-data tersebut?
Permasalahan diatas dapat dijawab dengan menggunakan Sistem Informasi Akuntansi. Apa itu Sistem Informasi Akuntansi, dapat anda baca di tautan ini. Cara mempelajari Sistem Informasi Akuntansi yang paling baik adalah dengan menggunakan pendekatan siklus. Siklus yang pertama adalah siklus pengembangan sistem yaitu SDLC (System Development Life Cycle), siklus kedua adalah siklus akuntansi (transaksi-jurnal-buku besar-neraca saldo-laporan keuangan), dan siklus ketiga adalah siklus transaksi (siklus pendapatan, siklus pengeluaran, siklus konversi, siklus sumber daya manusia, dan siklus buku besar).
Pembahasan akan kita mulai dari siklus pengembangan sistem.
1. Siklus Pengembangan Sistem
Untuk dapat merancang sebuah Sistem Informasi Akuntansi, kita harus melalui tahapan-tahapan pengembangan sistem. Tahapan tersebut adalah Planning (Perencanaan), Analysis (Analisis), Design (Perancangan), Implementation (Implementasi), dan Post Implementation (Pascaimplementasi).
1.1 Perencanaan (Planning)
Dalam tahap ini, pengembang sistem melakukan perencanaan mengenai SIA yang akan dibuat. Seberapa besar perubahan yang harus dibuat dari sistem awal, infrastruktur apa saja yang dibutuhkan, berapa besar cost pengembangan dan benefit yang nantinya akan dihasilkan. Hasil akhir dari tahap perencanaan ini adalah proposal proyek atau dokumen perencanaan proyek (dapat anda buka di tautan ini).
1.2 Analysis (Analsis)
Dalam tahap ini, pengembang sistem melakukan analsis mengenai data-data apa saja yang harus dikelola, informasi apa saja yang harus dihasilkan, apa saja Entitas dan bagaimana Relationshipnya. Hasil dari tahap ini adalah ER-Diagram. Selain itu, analisis mengenai pengendalian internal (internal control) juga perlu dilakukan. SIA sangat terkait dengan SPI (Struktur Pengendalian Internal), karena informasi yang dihasilkan dari SIA harus memenuhi karakteristik kualitatif informasi (dapat cek di tautan ini). Untuk dapat memenuhi karakteristik kualitatif informasi tersebut, SIA harus digunakan juga sebagai bagian dari SPI. Adapun komponen dari SPI adalah Lingkungan Pengendalian, Penilaian Risiko, Aktivitas Pengendalian, Informasi dan Komunikasi, Pengawasan (Monitoring). Dalam tahap Aktivitas Pengendalian, terdapat Pengendalian Umum (General Control) dan Pengendalian Aplikasi (Application Control). Pembahasan mengenai kaitan SPI dan SIA dapat anda baca di tautan ini dan ini).
1.3 Perancangan (Design)
Dalam tahap ini, pengembang sistem merancang SIA dalam DBMS (Database Management System). ER-Diagram dan Pengendalian atas risiko yang mungkin muncul, diterapkan dalam rancangan aplikasi menggunakan DBMS, sehingga akan menghasilkan aplikasi SIA. Bila lebih mutakhir, aplikasi SIA dapat dibuat terintegrasi antar siklus (akan dibahas dalam pembahasan selanjutnya, siklus transaksi).
1.4 Implementasi (Implementation)
Dalam tahap ini, pengembang sistem mengimplementasikan SIA dalam organisasi. Permasalahan yang biasa terhadi adalah penolakan karyawan atas sistem baru (user resistance). Ada beberapa metoda yang dapat digunakan untuk mengatasi permasalahan ini seperti phased in, parallel, direct, big-bang, dan lain sebagainya.
1.5 Pascaimpelementasi (Post Implementation)
Dalam tahap ini, sistem yang sudah diterapkan diperiksa secara berkala. Bugs-bugs yang muncul dibenahi, pemutakhiran field dalam table dilakukan jika terdapat transaksi atau data baru, atau pengelolaan konsistensi data.
2. Siklus Akuntansi
Akuntansi diawali dari munculnya transaksi yang kemudian dijurnal, jurnal diposting ke buku besar, kemudian dibuat neraca saldo, hasil dari neraca saldo ditampilkan dalam laporan rugi-laba, posisi keuangan (neraca), dan perubahan ekuitas. Bagaimana kita dapat melakukan proses ini di computer? Anda dapat membacanya di tautan ini. Mungkin pengembang sistem akan kebingungan, bagaimana cara memasukkan transaksi-transaksi ke laporan keuangan. Kuncinya ada dalam 3C (Chart of Account, Currency, Calendar).
3. Siklus Transaksi
Akuntansi memiliki siklus-siklus transaksi utama. Siklus transaksi ini adalah pengelompokan transaksi-transaksi yang sifatnya berulang dan keterjadiannya banyak. Kegunaan dari pengelompokan transaksi dalam siklus adalah memudahkan kegiatan operasi dan pembuatan laporan keuangan berbasis sistem. Contoh siklus transaksi adalah siklus pendapatan. Sebuah perusahaan pasti memiliki siklus pendapatan. Untuk perusahaan dagang,siklus pendapatan diawali dari pesanan pelanggan, penjualan, pengiriman. Transaksi ini akan terjadi berulang-ulang. Jika ada pelanggan yang mau beli, pasti akan memesan dahulu, kemudian melakukan transaksi pembayaran, dan pengiriman dilakukan.
Untuk meningkatkan efisiensi dan efektivitas pengelolaan data menjadi informasi, siklus-siklus transaksi dapat dipisah per bagian (misalnya bagian penjualan), kemudian siklus-siklus tadi diintegrasikan untuk menghasilkan laporan keuangan.
Berikut ini saya unggah contoh aplikasi SIA menggunakan DBMS Microsoft Access. File dapat diunduh disini. File yang lebih mutakhir (aksesibilitas tombol lebih banyak, daftar sediaan lebih informatif) dapat diunduh disini. Karena WordPress tidak mendukung untuk mengunggah (upload) file berekstensi .mdb, maka saya ubah ekstensi ke .doc. Untuk menggunakannya, ubah ekstensi kembali ke mdb. Caranya, bila tersedia langsung di windows explorer, langsung rename (tombol F2) Aplikasi_SIA.doc jadi Aplikasi_SIA.mdb. Bila tidak tersedia di windows explorer, copy file ke direktori C:\. Kemudian, pilih run di start menu, ketik cmd, kemudian enter. Setelah prompt Ms.Dos muncul, masuk ke direktori C:\ (bila masih masuk ke subdirektori, ketik cd.. hingga keluar dari sub direktori). Setelah itu ketik rename Aplikasi_SIA.doc Aplikasi_SIA.mdb tekan enter.
Jika anda menggunakan Microsoft Access 2007, ketika pertama kali program ini dijalankan, akan muncul security warning, pilih options, pilih enable this content. Menu yang tersedia dalam aplikasi ini belum semuanya dapat diakses karena saya masih belum memiliki waktu untuk melanjutkan pengembangan aplikasi (versi terbaru dengan aksesibilitas tombol lebih banyak akan saya unggah secepatnya). Namun, aplikasi ini sudah cukup untuk menunjukkan automatisasi pencatatan transaksi, bagaimana transaksi diproses berbasis siklus, pengendalian aplikasi yang diterapkan dalam SIA, integrasi antar siklus sehingga menghasilkan laporan keuangan. Dalam siklus penjualan, tombol yang dapat diakses hanya penjualan. Dalam siklus pembelian hanya tombol pembelian. Adapun tombol-tombol yang ditampilkan bertujuan untuk menunjukkan urutan siklus transaksi dalam perusahaan. Dalam siklus pengeluaran, tombol yang dapat diakses adalah pengeluaran. Dalam card, semua tombol dapat diakses, fungsi tab ini adalah tempat pengelolaan data master. Report dapat diakses semuanya.

Manfaat Sistem Informasi Akuntansi

Manfaat Sistem Informasi Akuntansi Persediaan Atas Pengendalian Internal Persediaan Barang Dagangan
Oleh andrigundar Pada hakekatnya perusahaan mempunyai tujuan utama yaitu memperoleh laba yang maksimum dalam rangka mempertahankan kelangsungan hidupnya. Dengan demikian, perusahaan dituntut untuk mengikuti perkembangan keinginan konsumen agar dapat mempertahankan kelangsungan hidupnya dan meningkatkan pangsa pasarnya sehingga tujuan utama perusahaan dapat tercapai. Dalam setiap perusahaan dagang, persediaan barang dagangan sangat berperan dalam menunjang jalannya perdagangan. Oleh karena itu para pengusaha atau pedagang tersebut harus dapat mengelola persediaannya dengan baik. Objek penelitian dalam pembahasan skripsi ini adalah manfaat sistem informasi akuntansi persediaan atas pengendalian internal persediaan barang dagangan pada Circle K Swalayan dan Bandung. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui manfaat sistem informasi akuntansi persediaan atas pengendalian internal persediaan barang dagangan. Dari hasil perhitungan menunjukkan bahwa pelaksanaan sistem informasi akuntansi atas persediaan barang dagangan telah bermanfaat bagi perusahaan yaitu dengan dijalankannya unsur-unsur sistem informasi akuntansi. Pengendalian internal atas persediaan barang dagangan telah dilaksanakan secara memadai, hal ini didukung dengan diterapkannya unsur-unsur pengendalian internal persediaan barang dagangan. Sistem informasi akuntansi persediaan bermanfaat atas pengendalian internal persediaan barang dagangan, hal ini dapat kita lihat dengan dilaksanakannya unsur-unsur sistem informasi akuntansi dan dilaksanakannya unsur-unsur pengendalian internal persediaan barang dagangan. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa sistem informasi akuntansi persediaan bermanfaat atas pengendalian internal persediaan barang dagangan. Dari hasil penelitian, terdapat beberapa kelemahan beserta saran, yaitu sebaiknya dibentuk bagian internal audit di cabang Circle K Swalayan Bandung, formulir-formulir yang digunakan dalam menunjang setiap aktivitas pembelian hendaknya mencantunkan nomor urut tercetak termasuk formulir usulan order produk, dan prmuniaga yang akan meminta barang ke gudang sebaiknya menggunakan formulir permintan barang dagangan untuk dikeluarkan dari gudang.
SUMBER : http://dspace.widyatama.ac.id/handle/10364/1050